Pengembangan Strategi Triple Seven “777” dalam Bisnis Broker Properti

Kamis, Januari 28, 2016

Priyanto (tengah), Member Indobroker Kab. Sleman, DIY Yogyakarta berhasil closing di bulan Januari 2016 dengan menerapkan strategi Triple Seven "777". (Foto: Priyanto Indobroker)


Dalam upaya memasarkan properti, setiap broker bisa menggunakan berbagai strategi yang ada. Salah satu strategi yang bisa dipergunakan adalah strategi Triple Seven “777”. Strategi ini mengacu pada upaya untuk menemukan dan menemui 7 orang untuk bisa mendapatkan listing yang diinginkan.

Siapa saja yang masuk dalam daftar 7 orang yang layak ditemui untuk bisa mendapatkan listing? Berikut ini adalah daftar lengkapnya:

1.   Ketua RT/RW
Ketua RT/RW merupakan pemegang kekuasaan dalam lingkup terkecil di lingkungan kita. Sebagai seorang ketua RT/RW pasti mengetahui banyak informasi yang berkaitan dengan area kekuasaannya termasuk juga informasi mengenai properti berupa tanah atau rumah yang akan dijual. Oleh karena itu, kita perlu memperkenalkan diri kepada ketua RT/RW sekaligus juga memperkenalkan profesi kita sebagai broker properti.

2.   Kepala Kelurahan
Kepala kelurahan memiliki area kekuasaan yang lebih luas lagi karena biasanya membawahi beberapa RW sekaligus, mulai dari 5 hingga 15 RW. Hal ini memberikan akses yang lebih banyak terutama mengenai informasi listing properti di daerahnya. Posisi nya sebagai Lurah juga menjadikan nya orang yang sering didatangi oleh para pengusaha dan orang-orang yang hendak mendirikan usaha ataupun pabrik, gudang dan lain sebagainya, yang membuat pengetahuan properti nya sangat luas.

3.   Kepala Kecamatan
Kepala Kecamatan dengan area kekuasaan yang lebih luas membuat nya masuk dalam daftar orang yang wajib ditemui untuk mendapatkan listingan properti. Namun, kesibukan kepala kecamatan terkadang membuatnya sulit untuk ditemui sehingga para broker perlu mencari cara untuk bisa bertemu langsung.

Khusus untuk kepala kecamatan dan kepala kelurahan, para broker bisa mencoba untuk bertamu ke rumah mereka masing-masing untuk bisa menyampaikan niat dan tujuan. Setelah menyampaikan tujuan dan maksud kedatangan, maka diskusi bila dilanjutkan mengenai model dan bentuk kerjasama dengan para pimpinan ini. Model kerjasamanya bisa beragam sesuai dengan kesepakatan, namun intinya tetap sama yaitu para pimpinan ini akan tetap mendapatkan insentif untuk setiap closing.

4.   Pemilik properti komersial
Banyak broker yang tidak menyadari bahwa pemilik properti komersial berupa ruko, rukan, gudang, pabrik atau properti komersial lainnya pada umumnya memiliki lebih dari satu properti yang siap untuk dipasarkan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memperluas jaringan dan mengenal orang-orang yang memiliki properti komersil seperti ini, karena bukan tidak mungkin mereka memiliki banyak daftar properti yang bisa masuk dalam listing kita.

5.   Notaris/PPAT
Notaris yang setiap harinya berkutat dengan masalah properti tentu saja memiliki banyak informasi properti. Para broker bisa memanfaatkan hal ini dengan bertemu dan menjalin hubungan baik dengan para notaris. Bila sang notaris sudah percaya kepada kita,  maka segala informasi properti yang ada akan disampaikan kepada kita dan sebagai broker kita bisa mencarikan pembeli. Bila kita berhasil mendapatkan pembeli, pergunakan jasa notaris tersebut untuk mengikat transaksi. Hal ini memberikan kesan bahwa sang notaris membutuhkan jasa kita dan hal ini akan berujung pada semakin banyaknya informasi properti yang diberikan kepada kita.

6.   Bank Penyedia KPR, dalam hal ini marketing atau manager kredit
Bank penyedia KPR memilki database debitur yang rumahnya masuk dalam tahap lelang. Daftar rumah yang siap dilelang ini ternyata cukup banyak dan data ini bisa kita manfaatkan. Caranya adalah dengan menghubungi pemilik properti sebelum lelang atau pada masa pra lelang. Kita bisa menceritakan mengenai maksud dan niat kita untuk mencarikan pembeli properti tersebut dengan harga yang pantas agar properti tersebut tidak masuk dalam lelang, dimana harga jualnya akan jatuh drastis. Besar kemungkinan sang pemilik properti akan mau menjualnya kepada kita atau menggunakan jasa kita.

7.  Orang baru yang kita kenal
Dengan memberitahukan mengenai pekerjaan kita sebagai broker kepada orang yang kita dan bertanya kepada mereka tentang bisnis jual beli properti dan peluang nya maka perbincangan akan sangat menarik serta biasanya mereka akan mereferensikan jasa kita kepada kita bahkan mereka bersedia memberikan nomer kontak famili nya yang akan menjual properti nya tersebut, menarik bukan :-)

Terima kasih telah membaca artikel "Pengembangan Strategi Triple Seven “777” dalam Bisnis Broker Properti" dari blog ini. 

Penulis : Team Indobroker 

You Might Also Like

1 komentar