Inilah 14 Tanggung Jawab yang Harus Diemban Agen Properti

Jumat, April 22, 2016

Ilustrasi (Foto: Dok. Indobroker)
Berprofesi sebagai agen properti atau broker relatif susah-susah mudah. Sesuai dengan fungsi utamanya sebagai negosiator, mereka harus pandai dalam melakukan proses jual beli, hingga mengurus tetek bengeknya dari awal hingga akhir.

Akan tetapi segelintir orang hingga kini masih menganggap agen properti sebagai calo, yang kerap meraup untung besar tanpa sepengetahuan klien dalam transaksi jual beli properti.

Tentu asumsi ini merupakan pandangan yang salah. Asumsi ini muncul karena beberapa oknum agen tidak benar-benar memahami tugas dan tanggungjawabnya. Para oknum ini menghalalkan segala cara, sehingga kadang memanipulasi informasi.

Padahal, seorang broker mengemban sejumlah tanggung jawab yang cukup berat. Mereka dituntut untuk memenuhi persyaratan perizinan dan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang hukum properti.

Nah, untuk Anda yang tertarik beralih profesi menjadi broker, investopedia.com menyibak 14 beban pekerjaan yang mesti dilakukan. Apa sajakah itu?

1. Memberi informasi aktual seputar kondisi dan harga pasaran properti kepada klien

2. Menyarankan penjual bagaimana caranya membuat rumah mereka mampu memikat hati pembeli

3. Membandingkan jenis properti yang sama di sebuah kawasan untuk menentukan harga pasar yang wajar dan kompetitif

4. Membuat daftar properti yang tepat untuk pembeli berdasarkan kisaran harga dan kebutuhan

5. Memandu pembeli dan penjual saat melakukan proses transaksi

6. Mengelola daftar kontak

7. Memediasikan pembeli dan penjual

8. Menyusun dan menyampaikan semua dokumen yang diperlukan, termasuk surat perjanjian sewa atau jual beli

9. Menawarkan sejumlah daftar properti terbaik yang bisa dijadikan dasar pertimbangan bagi konsumen

10. Mempromosikan properti melalui iklan, layanan listing di portal properti, dan open house

11. Menampilkan listing properti yang dipasarkan kepada calon pembeli

12. Mampu memengaruhi klien yang potensial untuk membeli, menjual dan menyewakan propertinya

13. Terus memperbaharui berita-berita terbaru perihal tren dan hukum real estate

14. Rela bekerja pada malam hari dan akhir pekan guna mengakomodasi kebutuhan klien

Untuk memperkuat sistem pemasaran, seorang agen properti juga harus cerdas melihat peluang seperti misalnya memanfaatkan portal di Indobroker.id. Ini merupakan sebuah portal yang dapat digunakan untuk mengelola iklan properti para broker.

Komisi agen properti

Tanggung jawab yang cukup rumit ini sebanding dengan fee atau komisi yang akan didapat. Agen properti formal biasanya akan memeroleh 2% – 3,5% dari nilai transaksi, sesuai dengan target penjualan dan waktu yang disepakati. Makin tinggi nilai properti, biasanya makin rendah persentase komisinya.

Komisi ini bisa mencapai 5% apabila jasanya mulai dari bantuan pemasaran, administrasi, sampai pada tahap akad kredit. Untuk persewaan (bukan jual beli) komisi agen properti mencapai 5% pula.

Secara normatif, yang berhak memberikan komisi adalah penerima pembayaran atau penjual. Namun bisa juga ditanggung bersama antara penjual dan pembeli sesuai kesepakatan.

Sumber: RumahDotCom

You Might Also Like

0 komentar

Ketentuan Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)