Inilah 10 Faktor Penyebab Rumah Anda Sulit Terjual

Kamis, Desember 25, 2014

Foto : Ilustrasi


Anda sedang ingin menjual rumah? Sudah mencobanya namun masih sulit mendapatkan pembeli yang tepat? Kami mencoba merangkum beberapa hal utama yang mungkin telah menyebabkan rumah Anda sulit mendapatkan pembeli yang tepat.

     1. Harga yang terlalu mahal Suka atau tidak, Anda mungkin bebas menentukan berapa harga yang pas untuk rumah Anda. Namun soal laku atau tidaknya, harga menjadi satu faktor penting. Untuk memudahkan Anda menemukan acuan harga pasar, peting untuk melakukan komparasi dengan harga rumah di sekitar wilayah Anda. Jika Anda membuka dengan harga yang terlalu tinggi, bisa dipastikan rumah Anda sulit terjual.

     2. Waktu yang tidak tepat Memang tidak ada musim khusus untuk menjual atau membeli rumah. Namun, ada kurun waktu yang bisa diidentifikasi sebagai saat dimana orang-orang mencari rumah. Mendekati hari raya mungkin saat yang tepat, dimana orang menggunakan bonus atau tunjangannya untuk membeli rumah. Atau juga, lebih banyak orang mencari rumah di musim kemarau ketimbang musim hujan.

     3. Pembeli sulit menemukan rumahmu Saat ini lebih banyak orang mencari rumah melalui media online. Jika rumah Anda tidak tercantum pada lokasi yang tepat, mereka mungkin akan melewatkan rumah Anda. Atau juga, jika rumah Anda diiklankan di media yang tidak terkenal, kesulitan yang sama akan menimpamu. Pastikan bahwa rumah Anda dapat ditemukan di dalam listing portal properti online ternama.

     4. Foto rumah Anda tidak menarik di media online Pencari rumah melalui media online akan langsung tertarik begitu melihat tampilan foto rumah Anda di layar monitor. Demikian pun sebaliknya. Mereka perlu dibuat terkesan dan tertarik dahulu, sebelum mereka memutuskan untuk melihat langsung ke lokasi rumah itu. Tonjolkan bagian yang paling menarik dari rumah Anda, pastikan semua foto itu fokus dan menampilkan rumah Anda sebagai rumah terbaik.

     5. Rumah Anda masih butuh perbaikan Jika hendak menawarkan rumah Anda kepada calon pembeli, pastikan bahwa tidak ada lagi pekerjaan rumah yang Anda berikan kepada si pembeli. Kebanyakan pembeli tidak ingin direpotkan dengan membuat list hal-hal yang harus dibereskan sebelum mereka menghuni rumah itu. Lakukan berbagai perbaikan hingga hal terkecil untuk memanjakan calon pembeli Anda.

    6. Terlalu banyak ‘hal-hal’ khusus. Negarawan Romawi Marcus Tullius Cicero pernah berkata, orang gagal karena mereka menolak untuk mempertimbangkan hal sepele dalam menerapkan preferensi-nya. Ini juga terjadi di dalam praktik menjual rumah. Anda tidak mungkin bisa membuat orang lain membayangkan mereka adalah penghuni rumah Anda, apabila terlalu banyak sentuhan personal yang identik dengan diri Anda di dalam rumah itu. Cat rumah Anda, sebaiknya gunakan warna-warna standar. Lalu, singkirkan semua barang ini; foto keluarga, jaket dan peralatan gambar anak-anak Anda, agar calon pembeli Anda tidak terganggu ketika melihat rumah Anda.

    7. Tata letak ruangan yang berubah Anda mungkin memiliki ide yang unik untuk mengubah garasi Anda menjadi sebuah ruang rekreasi. Namun, kebanyakan pembeli membutuhkan area khusus untuk kendaraan mereka juga perabotan lainnya. Mengubah kamar tidur menjadi toilet mungkin bagus buat Anda, namun kebanyakan pembeli ingin kamar tidur ekstra untuk anak-anak atau tamu mereka. Jadi, jika Anda ingin merenovasi rumah, lakukan perubahan-perubahan umum, layaknya kebanyakan orang melakukannya.

    8. Tampilan luar yang tidak menarik Jika pembeli tidak tertarik melihat tampilan rumahmu dari luar, sulit membayangkan mereka akan masuk dan melihat sisi dalamnya. Jika listing Anda tampil dengan sangat bagus, namun Anda tidak merawat rumah Anda selama periode menjual, membiarkan rumput tumbuh, debu bertebaran, talang air tidak berfungsi dan lampu yang mati, jangan berharap pembeli akan masuk melihat isi rumahmu. Pastikan bahwa pembeli terkesan dengan cara Anda merawat rumah Anda.

    9. Anda menjejali pembeli Biarkan pembeli menyaksikan dan mengalami apa adanya tanpa Anda harus menjejali mereka dengan informasi-informasi yang mungkin akan membuat mereka tidak tertarik lagi kepada rumah Anda. Berikan kepada agen properti, semua hal yang mengenai penjualan rumah Anda agar pembeli lebih leluasa untuk memberikan penilaian sekaligus menjadi koreksi bagi Anda.

    10. Anda menjual sendiri  Anda memang harus membayar fee untuk agen tetapi ketahuilah bahwa peran agen properti sangat bagus dalam memberikan servis kepada calon pembeli Anda. Menjual sendiri memberikan Anda keuntungan tidak perlu membayar fee agen, namun sekaligus merugikan dalam kerepotan dan waktu yang akan terbuang sementara belum tentu transaksi atas rumah Anda akan terjadi.

    Sumber : Rumah123.com

    You Might Also Like

    0 komentar

    Ketentuan Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

    Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)

    Google+ Followers